#NgopCan How To Grow Instagram with Ms. Tutu!

By R i z t ` - April 22, 2019


Happy weekend bebsss! Sooo happy karena hari ini bisa istirahat dirumah untuk nulis postingan ini, karena aku mau sharing yang menurutku lagi banyak banget dibutuhin sama orang-orang. Yap, cara mengembangkan Instagram pribadi. Jadi aku abis ikut NgopCan (Ngopi Cantik) dari Beautiesquad. Tahun lalu (lama banget nih ya maapin), aku udah pernah nulis tentang komunitas Beautiesquad dan apa sih NgopCan itu. Kalian bisa cek postingan aku disini :

Nah NgopCan kali ini diisi oleh kak Tutu yang membahas tentang How To Grow Instagram. Apa aja sih yang dibahas? Baca postingan ini sampai habis yaa, karena bagus nih teorinya untuk dipelajari dan dipraktekkan langsung di instagram kalian!

Pertama, kalian harus tau bahwa Instagram sendiri memiliki 1 Billion Active Users (1 Milyar Pengguna Aktif) setiap bulannya dan disebut sebagai “The Popular Social Networks Worldwide”. Karena sudah disebut sebagai The Popular Social Networks Worldwide, maka kita sebagai pengguna harus memanfaatkan ini! Memanfaatkan 'penduduk Instagram' untuk melihat foto dan video kita, membaca artikel kita, mengunjungi blog kita, khususnya memberikan awareness kepada audience tentang diri kita sendiri sebagai blogger/content creator.

Untuk menunjang hal-hal tadi, Instagram sudah dilengkapi dengan berbagai fitur. Contohnya: insta story, upload multiple photo, video feed, business profile, peletakkan link di bio Instagram, link swipe up di insta story (untuk followers diatas 10k), promote post, IG TV dan fitur-fitur lainnya.
  1. Network : Instagram memiliki user base yang cukup besar, 1 milyar active users/bulannya. Jadi menggunakan Instagram is the perfect opportunity to reach a lot of people dan tentunya untuk engage dengan audience kalian.
  2. Keep Up to Date : Instagram menjadi tempat paling mudah untuk pay attention terkait trend atau berita terkini. Misalnya, pay attention tentang produk makeup/skincare terbaru, makeup trend terbaru atau bahkan drama-drama di dunia beauty
  3. Easy : Mudah digunakan untuk on-the go, mudah digunakan untuk share pengalaman kalian menggunakan produk secara real time.
Engagement rate dan metrics-metrics lainnya meningkat. Metrics sendiri artinya measurement unit, sesuatu yang bisa dijadikan ukuran. Kalo kalian sudah menggunakan business profile di Instagram tentunya sudah tahu dong ya fitur insights? Dari fitur tersebut kita bisa melihat data-data penting dari akun kita. Metrics yang bisa kalian lihat dari fitur insights diantaranya:

  • Profile visits : dalam 7 hari terakhir, ada berapa akun yang mengunjungi akun kalian?
  • Website clicks : berapa orang yang klik link yang ada di bio?
  • Reach : berapa jumlah Instagram user yang melihat postingan kalian?
  • Impressions : berapa kali postingan kalian dilihat oleh Instagram user? Satu user bisa melihat postingan kalian lebih dari satu kali, makanya angka impressions lebih besar dari angka reach.

Terus datanya yang mana? Data itu angkanya… Misalnya… Profile visits in the last 7 days di akun kalian adalah 500. Angka 500 ini merupakan datanya… Profile visits adalah metricsnya.

‼ Perlu diperhatikan bahwa data tidak bisa kalian share sembarangan, even ke sesama pengguna Instagram (baik diupload ke Insta Story atau dishare secara personal) kecuali pihak brand/klien meminta kalian untuk share (ini juga dipilih-pilih ya, brand/klien pasti langsung minta yang spesifik, jadi berikan apa yang mereka mau saja).

Contoh peningkatan metrics: Profile Visits dari 500 in the last 7 days menjadi 1500 in the last 7 days.

Tak kenal maka tak sayang juga berlaku pada Instagram. Percuma dong kita, pengguna Instagram, tidak mengerti fitur apa saja yang bisa kita manfaatkan… percuma juga kalo kita menggunakan bisnis profile di Instagram tapi tidak mengerti apa perbedaan business profile dengan personal account.
  1. Kuasai semua fitur dan metrics yang ada pada Instagram : Kenali juga maksud dari metrics yang ada di insights masing-masing post atau insight dari akun Instagram kita sendiri. Bila perlu, catat angkanya, buat grafiknya (supaya kalian bisa melihat secara jelas, terjadi kenaikan atau penurunan) dan evaluasi masing-masing metrics, apakah mengalami peningkatan, penurunan atau malah stabil?
  2. Tentukan niche dan lakukan interaksi dengan akun yang memiliki niche yang sama Niche sendiri itu maksudnya pengklasifikasian akun Instagram kalian berdasarkan jenis dan isi/kotennya. Misalnya, akun aku @niputuchandra, memang fokusnya itu post tutorial makeup di Instagram, sharing review dan produk di Instagram. Semua ini masuk ke kategori beauty.  Jadi niche dari akunku sendiri itu beauty. Jangan lupa untuk berinteraksi dengan akun dengan niche yang sama untuk meningkatkan peluang foto/video kalian tetap berada di niche yang sudah kalian tentukan. Pasti ada ya dari kalian yang menggunakan Instagram untuk fangirling, kemudian dengan akun yang sama kalian juga interaksi; like dan komen di postingan yang sebetulnya bukan niche kalian. Saranku, buatlah akun terpisah untuk melakukan fangirling tadi. Gunanya apa? Menghindari akun kalian pindah niche dan tentunya meningkatkan peluang postingan kalian dilihat oleh lebih banyak orang yang memiliki interest terhadap niche kalian.
  3. Kenali audience kalian seperti apa : Kenali secara demografis ➡ audience kalian paling banyak laki-laki atau perempuan? Kemudian paling banyak di kelompok usia yang mana? Kenali secara geografis ➡ audience kalian paling banyak tinggal di kota mana? Negara mana? Kenali secara psikografis ➡ lifestyle, audience kalian lebih banyak yang suka makeup koreakah? Makeup drugstore kah? Makeup highend kah? Kenali secara behavioristis ➡ perilaku seperti audience kalian lebih banyak yang memang ingin tahu review produk atau sesama blogger/content creator? Mengenali audience kalian ini bisa membantu kalian mengatur strategi ketika kalian akan post foto, video. Ini juga bisa membantu kalian memilah, kira-kira produk apa saja sih yang harus kalian share di Instagram?
  4. Tentukan branding! Berdasarkan analisa aku pribadi dari timeline di Instagram, masih banyak loh yang mengabaikan soal branding. Padahal branding ini sangat penting. Branding disini maksudnya segala aktivitas yang bisa menguatkan dan menonjolkan diri kita sebagai blogger/content creator. Seperti apa sih akun kalian atau diri kalian sendiri ingin dilihat oleh audience? Contohnya yang gampang @awkarin deh ya. Berdasarkan analisaku pribadi, @awkarin ini cukup khas dengan 100 instagram story/hari dan foto-fotonya yang aesthetic. Contoh lain lagi, @21makeupaddictions, post video tutorial makeup hampir setiap hari dengan menggunakan background video berwarna pink. Jadi begitu melihat warna pink ingetnya ‘oh akun @21makeupaddictions loh dia serba pink’.
  5. Berinteraksi dengan audience! Interaksi disini gak cuma berupa kalian share di insta story, audience kalian lihat muka kalian, lihat kalian ngomong disana. Interaksi di Instagram sendiri macam-macam, salah satu contohnya yang sering diabaikan adalah membalas komen audience. (A little hint: membalas komen audience juga dapat meningkatkan engagement rate akun kita loh!) Selain itu, interaksi juga bisa melalui direct message, melalukan poll, membuka question box dan live session.
  6. Gunakan hashtag sesuai dengan niche kalian : Penggunaan hashtag sesuai dengan niche ini juga berfungsi untuk meletakkan akun kalian di niche yang tepat. Jadi hindari menggunakan hashtag yang bukan niche kalian. Contohnya: untuk niche beauty, gunakan #makeuptutorial #makeup… jangan malah menggunakan #foodporn #fashion
Itu dia semua hasil sharing dari kak Tutu. Nah gimana nih menurut kalan, uda cukup membantu? Yang feedsnya berantakan mungkin bisa dicicil nih benerin caption sama hashtag. Yang males balesin komen bisa mulai rani nie balesin komen orang-orang biar rame postingannya hihi.

Okey sekian postingan aku kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian semua! Thank you Beautiesquad dan kak Tutu! :D

Until yang mau gabung ke Beautiesquad bisa join ke grupnya di Facebook : Beautiesquad, atau bisa klik badgenya di sisi kanan blog aku ini :D

See you on my next post!

Love,
R i z t `  

  • Share:

You Might Also Like

0 comments