Ekspektasi Beauty Brand terhadap Beauty Blogger #NgopiCantik Beautiesquad

By R i z t ` - April 26, 2020


Hai beauties gimana kabarnya? Maaf ya kalau bulan ini aku enggak aktif posting, karena lagi banyak kesibukan lain nih :(. Anyway hari ini aku akan posting artikel yang menarik banget khususnya untuk para beauty blogger. Setiap beauty blogger pasti menginginkan atau udah pernah bekerjasama dengan brand, betul? Sebetulnya udah tau belum sih kenapa brand melakukan kerjasama dengan beauty blogger? Nah disini aku mau sharing apa sebetulnya tujuan brand mengajak blogger bekerjasama, dan apa aja sih kriteria yang dibuat oleh brand sehingga brand memilih si A si B si C untuk review produk brand tersebut.

Aku dapat materi ini hasil dari ikut #NgopiCantik bareng Beautiesquad. Aku udah beberapa kali ikut #NgopCan bareng Beautiesquad dengan narasumber yang berbeda. Kali ini narasumbernya adalah kak Erny Kurnia. Kalau gitu langsung aja ya masuk ke bahasan pertama yaitu goals yang diinginkan oleh brand.

Beberapa goals yang diinginkan oleh brand diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan backlink ke official website brand yang tentu aja efeknya adalah untuk meningkatkan Domain Authority (DA) dari website brand dan juga mendapatkan lalu lintas rujukan pastinya. Peningkatan DA dan PA pada website brand tersebut tentunya akan mempengaruhi value brand tersebut dalam jangka panjang.
  2. Meningkatkan SEO brand di mesin pencari Google, ya karena peningkatan DA dan PA itu tadi.
  3. Meningkatkan awareness tentang brand dan produk yang sedang di promosikan.
  4. Memberikan banyak pilihan review ke calon customer brand, karena pastinya kulit para beauty blogger yang mereview kan berbeda, jadi secara tidak langsung brand menunjukkan gimana cara kerja produk di berbagai jenis kulit. Makanya kalau produknya skincare pasti brand memberikan waktu sekitar 2 - 4 minggu untuk digunakan oleh beauty blogger, jadi hasil penggunaan skincare lebih terlihat sehingga reviewnya lebih tepat dan jelas.
Sampai sini jelas ya, goals yang diinginkan brand kurang lebih seperti ini. Agar bisa mencapai goalsnya, brand pasti punya kriteria tertentu dong untuk memilih beauty blogger seperti apa yang sekiranya bisa membantu brand tersebut untuk mencapai goalsnya. Setiap brand tentunya memiliki kriteria yang berbeda, tapi kurang lebih kriterianya adalah seperti ini :
  1. Blogger harus memiliki platform yang udah TLD (Top Level Domain) dan nilai DA serta PA yang oke. Untuk kriteria nilai DA/PA sendiri biasanya minimal 12/20. Secara simple dapat dijelaskan bahwa blog yang memiliki TLD akan terindeks lebih bagus oleh Google dibandingkan dengan yang non-TLD. Begitu pula jika DA/PA nya rendah, traffic yang dihasilkan pun enggak akan maksimal sehingga tujuan brand untuk menaikkan website mereka pun akan percuma.
  2. Personal branding dari beauty blogger tersebut. Seorang beauty blogger memang harus memiliki personal branding yang jelas. Apa yang ditampilkan di blog dan social media sebaiknya selaras. Apalagi jika brand yang mengutamakan keamanan produk dan edukasi ke calon customer, maka blogger yang dipilih untuk bekerjasama seharusnya blogger yang tidak pernah mereview produk abal-abal (produk KW ataupun produk yang tidak jelas).
  3. Pasti banyak yang mempertanyakan ini, apakah beauty blogger harus cantik dan putih? Tentunya enggak ya, tapi balik lagi ke brand itu sendiri kriteria seperti apa yang mereka miliki. Contohnya The Body Shop, pasti kalian sering liat iklan yang ada di offline store mereka, warna kulit yang menjadi modelnya beragam mulai dari light hingga dark.
  4. Blogger tentunya harus menyertakan visual atau foto yang representatif dan clear dengan kualitas yang bagus sebagai pendukung tulisan di blog. Oleh karena itu tema blog pun menjadi pertimbangan brand.
Apakah seorang blogger harus kuat di social media untuk diajak kerjasama oleh brand? 
Tentunya seorang blogger pun harus membangun social media dengan serius dan berkarakter agar dapat mempertajam personal brandingnya. Balik lagi ke poin kriteria bahwa beauty blogger pun harus memiliki personal branding yang dapat ditunjukkan melalui social media. Selain itu social media juga penting untuk memperluas kesempatan kamu agar dapat diketahui oleh brand.

Apakah blogger nantinya akan kalah pamor dengan vlogger?
Tentunya tidak, karena beda platform pasti beda tujuan, dan potensial customer itu jenisnya beragam. Kembali lagi ke poin goals untuk memperkuat brand value di halaman Google. Efek dari blog tentunya jangka panjang, karena banyak muncul di halaman Google search engine. Jadi blogger bukan hanya menguntungkan dari segi SEO, melainkan juga dari sisi brand awareness, brand value bahkan ke tingkat sales.

Apa ekspektasi brand saat bekerjasama dengan blogger?
  1. Blogger dapat menjadi ambassador dari brand untuk menyampaikan informasi terkait produk yang disepakati. Bila ranahnya makeup maka beauty blogger yang mereview dapat menjelaskan secara clear meliputi deskripsi produk, ingredients, feel saat digunakan, hingga kelebihan dan kekurangannya. Sedangkan untuk skincare, tentu aja beauty blogger bisa menyampaikan dengan jelas tentang produk terutama bila digunakan pada kondisi kulit yang dimiliki oleh blogger tersebut. Itulah mengapa unsur personal sangat penting untuk dimasukkan ke dalam review.
  2. Terjalin simbiosis mutualisme karena baik brand maupun blogger keduanya sama-sama punya kepentingan, sehingga keduanya bisa bekerjasama scara profesional.
  3. Membantu brand meningkatkan brand value dan branding position. Branding position ini erat juga kaitannya dengan personal branding dari blogger yang diajak bekerjasama.
Gimana, blog kamu udah sesuai belum sama kriteria umum dari brand ini? Lanjut lagi aku bakal share hasil diskusi dengan sang narasumber kak Erny Kurnia, karena di #NgopCan kali ini aktif banget nih yang nanya.

Udah jadi rahasia umum bahwa ada beauty blogger atau nano KOL yang beli followers. Sebetulnya brand tau enggak sih ada yang beli followers?
Kalau soal ini sebetulnya balik lagi ke team dari brand tersebut. Terkadang ada juga PIC dari brand yang enggak paham soal beli followers ini. Tapi di lain sisi juga udah banyak brand yang mengerti tentang followers palsu tersebut. Kalau memang fake followers pasti terlihat dari engagement rate. Sebaiknya jangan terlalu sering ikut POD karena lama-kelamaan performa konten jadi kayak enggak asli.

Setelah melihat hasil kerjasama dengan blogger, biasanya apa yang dinilai dari brand sehingga terbuka kemungkinan untuk brand mengajak blogger bekerjasama kembali?
Pastinya banyak hal, biasanya kalau blog pasti yang diminta pageview, namun tidak menjadi hal utama. Kenapa? Karena biasanya pageview blog akan bagus setelah tulisan terindex 3 bulan, sementara pengumpulan data setelah tiga bulan pastinya akan memakan waktu yang cukup lama. Jadi biasanya ada beberapa aspek yang dinilai :
  1. Cara penulisan, sebaiknya menggunakan kalimat efektif. Karena kalau hasil tulisannya terlalu muter-muter dan kurang jelas khawatirnya pesan yang ingin disampaikan jadi enggak jelas dan enggak tersampaikan ke calon customer. Penggunaan tanda baca juga penting untuk memperjelas kalimat.
  2. Foto pendukung, karena visual sangat penting untuk mendukung tulisan. Enggak masalah device apa yang digunakan, apakah kamera atau handphone, yang pasti hasilnya harus HD dan clear. Misalnya brand lipstik, jangan malas untuk swatch di bibir, karena hasil swatch di tangan dan di bibir pastinya berbeda, dan swatch di tangan itu enggak representatif.
  3. Blogger beneran cocok atau hanya mention cocok, tapi habis itu di preloved? Kalau mau preloved silahkan tapi setidaknya tunggu dulu sekitar 3 bulan. Katanya cocok, tapi kok langsung di preloved? Hal ini akan jadi pertanyaan para pembaca blog yang notabene bisa jadi calon customer brand tersebut.
Bagaimana brand menilai rate card dari seorang blogger? Apakah terlalu mahal, murah, atau ideal dengan budget brand?
Kalau hal ini pastinya balik lagi ke brand itu sendiri ya, umumnya dilihat dari performa media kit yang digunakan oleh blogger tersebut. Lalu dilihat juga dari kualitas kontennya, meliputi cara menulis dan visual yang disajikan. Selain itu juga dilihat dari personal brandingnya.

Jadi kesimpulannya memang setiap beauty brand pastinya memiliki kriteria tertentu terhadap beauty blogger yang akan diajak bekerjasama. Pemilihan blogger juga berdasarkan goals brand serta posisi dari blogger itu sendiri. Social media memang penting bagi blogger, tapi bukan berarti harus beli followers, yang utama adalah kualitas karakter. Ekspektasi dari brand sendiri saat merekrut seorang blogger kurang lebih agar blogger bisa menjadi kepanjangan tangan dari brand untuk menyampaikan produk dan membantu brand meningkatkan brand value.

Oke sepertinya udah cukup panjang ya aku nulis artikel ini. Gimana topiknya menarik banget kan? Setelah ikut #NgopCan ini aku sendiri jadi ingin belajar lebih dalam mengenai Personal Branding karena memang penting banget untuk seorang blogger. Kalau ada yang punya referensi kelas atau materi tentang Personal Branding boleh dong share di komen. :D

Sekian dulu tulisanku hari ini, semoga bermanfaat untuk kamu yang membaca. See you on my next post!

Love,
R i z t `

  • Share:

You Might Also Like

0 comments